Kunjungan Kerja Bappenas RI

  • 03 Agustus 2020
  • 19:30 WITA
berita_200508090810_KunjunganKerjaBappenasRI.jpg

Denpasar, bali.kpu.go.id – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia bersama Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal KPU RI Purwoto Ruslan Hidayat serta Kepala Biro Perencanaan dan Data Sumariyandono melaksanakan kunjungan kerja ke KPU Provinsi Bali. (3/8/2020)

Kunjungan kerja pihak Bappenas RI yang terdiri dari jajaran Deputi dan Direktur tersebut bertujuan untuk memonitoring kesiapan pelaksanaan tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2020 yang akan dilaksanakan di 6 Kabupaten/Kota (Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem).

Ketua KPU Provinsi Bali didampingi Anggota dan jajaran pejabat struktural Sekretariat KPU Provinsi Bali memaparkan materi mengenai kesiapan KPU Provinsi Bali dalam memfasilitasi pelaksanaan tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2020 yang akan dilaksanakan di 6 Kabupaten/Kota (Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem)

Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas RI Slamet Soedarsono menyampaikan apresiasi atas komitmen dan serangkaian inovasi yang dilakukan oleh pihak KPU terutama dalam pengelolaan data. Menurutnya, saat ini persoalan data merupakan TOP Priority yang akan sangat berpengaruh terhadap transparansi, akuntabilitas dan intergitas KPU sebagai penyelenggara.

Pada kesempatan yang sama, Purwoto Roeslan juga menyampaikan mengenai prihal kemungkinan KPU Provinsi Bali akan menjadi pilot project pelaksanaan e-rekap dalam pemilihan serentak Tahun 2024 mendatang. Purwoto juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Bappenas RI atas dukungan anggaran serta kebijakan dalam mendukung KPU pada pelaksanan Pemilihan Serentak Tahun 2020 mendatang.

Acara dilanjutkan paparan materi oleh Kepala Biro Perencanaan dan Data Sekretariat Jenderal KPU RI Sumariyandono mengenai gambaran umum secara Nasional mengenai pelaksanaan Pemilhan Serentak Tahun 2020. Sumariyandono juga menyampaikan mengenai 9 hal baru pada TPS yakni jumlah pemilih yang hanya 500 per TPS, pergantian kedatangan, penggunaan masker, pengecekan suhu, pemakaian sarung tangan, sterilisasi TPS, penggunaan tinta tetes, dan petugs KPPS yaang sehat. (gb.red/Foto KPU Bali/gb/hupmas)

Komentar