Klungkung, bali.kpu.go.id - Dalam upaya mendorong pemberdayaan dan partisipasi aktif perempuan di berbagai sektor, khususnya kancah politik, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menyelenggarakan acara Perempuan Bali dan Politik di kantor DPRD Kabupaten Klungkung, yang dihadiri 68 orang peserta dari 19 organisasi perempuan di kabupaten Klungkung pada Kamis (30/04/2026)
Acara ini dibuka secara langsung oleh Ketua GOW, Ny. Anak Agung Gde Anom, yang dalam sambutannya menaruh harapan besar agar seluruh perempuan dapat terus berdaya, mandiri, dan saling mendukung satu sama lain
Hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, Luh Putu Sri Widyastini, menyoroti krusialnya peran perempuan baik di dalam keluarga maupun di ranah publik. Ia memaparkan bahwa perempuan memiliki keunggulan komparatif dibandingkan pria, terutama dalam hal ketelitian dan ketahanan mental.
"Sebagai contoh nyata, kami pernah membentuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang seluruh anggotanya adalah perempuan. Hasil kinerjanya terbukti lebih rapi, pelayanannya lebih ramah, dan proses administrasinya jauh lebih teliti," ungkap Luh tu.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kehadiran perempuan dalam politik melalui semangat woman support woman (perempuan mendukung perempuan). Solidaritas ini dinilai penting untuk saling mengingatkan dan memperjuangkan kepentingan kaum perempuan. Meski secara umum terdapat sedikit peningkatan keterwakilan perempuan dalam pemilu, Widyastini menyoroti anomali yang terjadi di Kabupaten Klungkung.
"Sangat disayangkan, untuk Kabupaten Klungkung justru terjadi penurunan keterwakilan perempuan di parlemen. Jika pada Pemilu 2019 terdapat 6 orang perwakilan, pada Pemilu 2024 ini menurun menjadi hanya 3 orang," jelasnya. Ia memaparkan bahwa penurunan ini tidak lepas dari berbagai hambatan klasik yang masih membayangi langkah perempuan untuk menjadi pemimpin, di antaranya faktor tingkat pendidikan, kuatnya budaya patriarki, beban peran domestik, hingga penafsiran agama tertentu.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, turut memberikan pandangan dan dorongan moril kepada para peserta. Ia mengajak ibu-ibu untuk tidak ragu terus berkarya dan mengambil peran strategis. Namun, ia juga memberikan catatan penting terkait etika dan strategi berpolitik bagi perempuan.
"Dalam berpolitik, saya sangat menyarankan agar ibu-ibu meminta izin terlebih dahulu kepada suami dan keluarga besar. Restu keluarga adalah kunci kelancaran, karena jika tidak, hal tersebut justru akan menjadi hambatan di tengah jalan," pesan Anak Agung Gde Anom.
Ketua DPRD juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan peluang emas dari Undang-Undang Pemilu yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan. "Jika syarat 30% ini tidak terpenuhi, partai tersebut akan ditolak oleh KPU. Manfaatkan peluang ini dengan baik," tegasnya.
Sebagai penutup arahannya, ia menyarankan agar para perempuan yang ingin menjadi legislator membekali diri dengan pengetahuan yang mumpuni dan menerapkan gaya berpolitik yang positif. Langkah awal, menurutnya, dapat dimulai dari lingkup terkecil, seperti aktif berorganisasi dan berpolitik di tingkat banjar maupun lingkungan sekitar.
Diwarnai dengan antusiasme tinggi, rangkaian diskusi yang membahas penguatan karakter dan cara mengendalikan emosi dalam pengambilan keputusan bagi perempuan ini berlangsung sangat interaktif. Kegiatan kemudian ditutup secara hangat melalui sesi foto bersama antara narasumber, pengurus GOW, dan seluruh peserta.
Kehadiran KPU Provinsi Bali dalam kegiatan ini kembali menegaskan komitmen kelembagaan dalam memberikan pendidikan pemilih yang inklusif. Langkah strategis ini tidak sekadar menjadi forum sosialisasi, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk mengoptimalkan partisipasi aktif sekaligus mendorong pemenuhan kuota keterwakilan perempuan di parlemen.