Pengumuman terkait Hasil Pemutakhiran Data dan Dokumen Partai Politik secara berkelanjutan melalui SIPOL Semester II Tahun 2025
Berikut disampaikan Pengumuman terkait Hasil Pemutakhiran Data dan Dokumen Partai Politik secara berkelanjutan melalui SIPOL Semester II Tahun 2025 Pengumuman selengkapnya... KLIK DISINI Atau bisa melalui Scan QR Code yang tertera pada pengumuman. ....
Perkuat Integritas Pemilu, KPU Bali Tandatangan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas tahun 2026
Denpasar, bali.kpu.go.id - Sebagai wujud komitmen terhadap penyelenggaraan Pemilu yang berintegritas serta demi masa depan demokrasi, negara, dan bangsa yang lebih baik, KPU Provinsi Bali melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan unit kerja KPU Provinsi Bali dengan berlandaskan sumpah jabatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan penandatanganan Perjajian Kinerja dan Pakta Integritas tersebut berlangsung di Ruang Rapat KPU Provinsi Bali dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta pejabat di lingkungan KPU Provinsi Bali. Momentum ini menjadi bagian penting dalam penguatan komitmen kelembagaan pada awal tahun 2026. Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas diawali oleh Ketua dan Anggota KPU Provinsi Bali, kemudian dilanjutkan oleh jajaran KPU Provinsi Bali, dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretaris KPU Provinsi Bali. Selain itu, KPU Provinsi Bali juga menandatangani Pernyataan Bebas Benturan Kepentingan sebagai upaya meningkatkan kinerja kelembagaan serta mencegah potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas, fungsi, dan tanggung jawab sebagai penyelenggara Pemilu. Melalui penandatanganan ini, KPU Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas, serta menjauhkan seluruh jajaran dari praktik penyimpangan dan benturan kepentingan demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas. (ps.red/Foto KPU Bali/ps/hupmas) ....
Pengumuman Lelang penjualan Lelang melalui Internet (Open Bidding)
Pengumuman Lelang KPU Provinsi Bali dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Denpasar akan melaksanakan penjualan Lelang melalui interner (Open Bidding). Pengumuman selengkapnya.... KLIK DISINI ....
PEMBERITAHUAN TERKAIT PERETASAN AKUN X @KPUDBali
PEMBERITAHUAN TERKAIT PERETASAN AKUN X @KPUDBali Disampaikan kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Bali, bahwa akun resmi X (Twitter) KPU Provinsi Bali dengan nama pengguna @KPUDBali saat ini sedang berada di bawah kendali pihak yang tidak bertanggung jawab (di retas/di-hacker). Kami mengimbau masyarakat untuk: 1. Mengabaikan seluruh unggahan, pesan langsung (DM), atau tautan (link) yang dibagikan oleh akun tersebut sejak Tanggal 25 Desember 2025 Pukul 18.00 Wita. 2. Tidak melakukan transaksi atau memberikan data pribadi jika diminta oleh akun tersebut. Saat ini kami sedang berupaya melakukan pemulihan akun berkoordinasi dengan pihak terkait. Informasi resmi KPU Bali tetap dapat diakses melalui Instagram @kpu_bali , Facebook KPU Provinsi Bali dan situs resmi bali.kpu.go.id ....
Pengumuman Waktu Penyampaian Hasil Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan melalui SIPOL semester II Tahun 2025
Pengumuman Waktu Penyampaian Hasil Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan melalui SIPOL semester II Tahun 2025 Pengumuman selengkapnya.... KLIK DISINI ....
Ketua KPU Bali Dorong Tertib Administrasi PAW dan Kepengurusan Parpol di KPU Denpasar
Denpasar, bali.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menghadiri kegiatan Sosialisasi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Pemutakhiran Kepengurusan Partai Politik Berkelanjutan Semester II Tahun 2025 tingkat Kota Denpasar, Selasa (16/12/2025). Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua KPU Kota Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KPU Provinsi Bali. Dalam sambutannya, Agung Lidartawan menekankan pentingnya pemahaman regulasi PAW serta tertib administrasi kepengurusan partai politik sebagai bagian dari upaya menjaga integritas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilu. Selanjutnya, penyampaian materi disampaikan oleh Anggota KPU Kota Denpasar Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Megawati Purnama Sari Wijaya. Materi yang diberikan berfokus pada ketentuan dan mekanisme pelaksanaan PAW serta pemutakhiran kepengurusan partai politik secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak terkait memiliki kesamaan pemahaman terhadap regulasi yang berlaku, sehingga proses kepemiluan di Kota Denpasar dapat berjalan secara tertib, transparan, dan berintegritas. (bt.limp/Foto KPU Bali/bt/hupmas) ....
Publikasi
Opini
Denpasar, bali.kpu.go.id - Kalau kita berbicara tentang gerenasi itu sebenarnya tidak hanya Generasi Z, ada Generasi Baby Boomers, Generasi X dan juga Y. Saat ini memang populasi Generasi Z untuk meramaikan Pemilu 2024 itu besar, boleh dibilang ini adalah generasi milenial pemilih pemula jumlahnya kalau dihitung-hitung, sekitar 60% hari ini adalah generasinya milenial. Gen Z ini tidak selalu menjadi objek pemilu atau politik, tapi sebenarnya mereka juga menjadi subjek dalam artian turut menjadi penentu bagian dari sukses atau tidaknya Pemilu. Dan KPU pun sebenarnya sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu juga sebaiknya mengaktifkan peran serta mereka, ajak mereka, rangkul mereka dan jangan lupa dekati mereka juga komunitas mereka sendiri. Jadi, teman-teman KPU mungkin karena sudah banyak terjejal berbagai macam aturan perlu merefresh diri, perlu bertemu, dengan teman-teman Generasi Z, sehingga bersama bisa diketahui dan digali kreativitasnya, seperti apa yang bisa dilakukan agar bisa masuk ke Generasi Z. Karena saya yakin bahwa yang paling paham terkait dengan perilaku generasi Z dan bagaimana berkomunikasi dengan Gen Z adalah ke Generasi Z sendiri. Kemudian keterampilan generasi Z ini sangat dekat dengan teknologi, jadi mereka ini lahir di era yang sudah sangat dekat dengan teknologi dengan media sosial, maka ayo gunakan kemampuan mereka ini untuk menggaet partisipasi pemilih, dengan cara mereka tetapi jangan lupa, Generasi Z yang akan kita jadikan sebagai agent pemilu dibekali dengan pengetahuan kepemiluan, sehingga mereka tidak salah memberikan informasi kepada teman-temannya. Kemudian juga ajak juga komunitas Generasi Z ini untuk lebih menseriuskan diri ketika bicara tentang Pemilu. Selama ini mereka mungkin kalau bicara Pemilu itu ogah ya? jauh dari rentang usia mereka, tapi bagaimana kemudian membuat Pemilu ini sesuatu yang menarik sesuai dengan trend usia mereka, apakah dibuat dalam bentuk komunitas, apakah dibuat dalam bentuk yang unik menyelami sesuai dengan jiwa-jiwa mereka. Begitu juga dengan gaya berkomunikasi bagaimana agar aturan peraturan KPU yang agak berat mungkin bahasanya, bisa tersampaikan kepada mereka itu dengan mudah dengan gaya bahasa mereka. Tentu harus melibatkan komunitas mereka itu kata kuncinya, sehingga Generasi Z ini bisa menjadi subjek dan objek dari Pemilu. Kemudian juga Generasi Z ini tidak anti politik karena selama ini saya lihat masih teman-teman banyak Generasi Z Itu beranggapan bahwa politik itu miliknya orang tua, berfikit bahwa politik itu punyanya Baby Boomers, padahal sebenarnya sebagai orang yang punya hak pilih saatnya mereka ikut menentukan daripada mereka terkena imbas yang tidak baik, mereka juga ikut menentukan dipilih dan memilih, serta juga untuk ikut memikirkan bagaimana program kerja yang terbaik sehingga pilihan yang nantinya dihasilkan dari Pemilu 2024 itu dapat memberikan imbas politik kepada mereka yang positif.” Dr. Ni Wayan Widhiastini, S.Sos., M.Si Vice Rector for Academic Development, Undiknas University
Denpasar, bali.kpu.go.id - Pemilu sudah dekat, bagaimana kedewasaan demokrasi di Indonesia kembali diuji. Pemilu yang bertepatan dengan hari kasih sayang ini diharapkan membawa aura keteduhan. Kali ini, pesta demokrasi tahun 2024 tidak berlebihan bila dikatakan kualitasnya tergantung pada anak muda. Hal ini dikarenakan anak muda merupakan ceruk terbesar dari pemilih di Indonesia. Bahkan mencapai 40% dari pemilih keseluruhan. Maka anak muda tidak berlebihan untuk disebutkan sebagai penanggungjawab kualitas demokrasi Indonesia. Pekerjaan rumah sekarang adalah bagaimana anak muda ini memaknai pemilu dan demokrasi atau politik pada umumnya. Anak muda di beberapa riset selalu pada posisi antipasti dan tidak peduli terhadap politik. Nah bagaimana nanti kualitas demokrasi kita? Hasil riset Japelidi (jaringan pegiat literasi digital) pada tahun 2023 ini menggambarkan beberapa hal yang menarik. Anak Muda tercatat cukup aktif sebenarnya dalam mencari maupun terterpa informasi mengenai politik, permasalahannya kemana mereka mencari info atau dari mana mereka memperoleh informasi politik ini. Kita pahami bahwa sumber yang verified akan sebanding dengan kesahihan informasi yang terkonsumsi. Data menunjukkan mereka cenderung mendapatkan informasi politik dari akun-akun media sosial yang bukan bergerak di bidang politik atau bahkan belum terverifikasi. Hanya segelintir anak muda yang memfollow akun penyelenggara seperti akun KPU atau Bawaslu di media sosial, bahkan hampir tidak ada yang memfollow akun partai politik. Berikutnya, data yang menunjukkan betapa mereka tidak cukup berpartisipasi dalam menyebarkan informasi mengenai pemilu inji. Sebagian besar responden anak muda ini tidak mengirimkan postingan terkait pemilu melalui percakapan pribadi atau membagikan ulang postingan terkait pemilu. Data ini menunjukkan lampu merah untuk keadaan/bagaimana kualitas demokrasi kita nanti. Namun keadaan ini masih ada waktu untuk mengugah mereka untuk lebih banyak terlibat dan berpartisipasi dalam pemilu, khususnya dalan penyebaran informasi-informasi sahih terkait pemilu dan politik. Memang tidak mudah dalam melakukan pendekatan terhadap mereka yang anak muda ini. Penggunaan gaya bahasa yang berbeda serta pandangan mereka juga berbeda. Penyelenggara pemilu juga memerlukan kreatifitas untuk pendekatan kepada anak muda ini. Namun tidak hanya bisa diserahkan tanggungjawab ini sepenuhnya kepada penyelenggara, merupakan tugas semua pihak, kampus, sekolah, masyarakat sipil, LSM, organisasi masyarakat dan pemuda itu sendiri. Anak muda bukan antipati namun belum terliterasi politik dengan cukup, jadi mari berikan informasi cerdas untuk demokrasi berkualitas. Anak muda bukan tidak ingin berpartisipasi, namun berikan mereka ruang kolaborasi antar mereka, maka mereka akan membangun demokrasi yang sesungguhnya. Seperti kata Bung Karno, berikan saya 10 pemuda maka akan kuguncang dunia. Selamat mejaga kualitas demokrasi Indonesia, anak muda. Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel