Sosialisasi

Tingkatkan Literasi Kepemiluan, KPU Provinsi Bali Libatkan Mahasiswa dalam Legislative Class

Denpasar, bali.kpu.go.id - Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi kepemiluan di kalangan mahasiswa, KPU Provinsi Bali menggelar kegiatan “Legislative Class” bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait proses pemilu, peran kelembagaan, serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam demokrasi. Bertempat di Ruang Rapat KPU Provinsi Bali, kegiatan diikuti oleh 60 mahasiswa. Acara diisi dengan diskusi kepemiluan, sosialisasi, serta kunjungan ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai sarana edukasi demokrasi. Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Rektor I Universitas Udayana, Dr. I Made Anom Wiranata, S.IP., M.A., dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Dalam penyampaian materinya, Lidartawan menekankan pentingnya perubahan dalam sistem dan partisipasi pemilu. Ia menyampaikan bahwa setiap perubahan memiliki risiko, namun hal tersebut merupakan bagian dari proses menuju perbaikan. KPU Provinsi Bali, lanjutnya, terus melakukan evaluasi terhadap setiap pelaksanaan tahapan pemilu. Selain itu, ia juga menegaskan perlunya tahapan sosialisasi yang lebih rinci, baik kepada peserta pemilu maupun penyelenggara. Hal ini penting untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam menggunakan hak pilih, sehingga memilih tidak hanya menjadi hak, tetapi juga kesadaran sebagai kewajiban warga negara. Kegiatan juga menghadirkan Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, yang turut memberikan materi dan memandu sesi diskusi serta tanya jawab bersama peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemangku kepentingan dan mahasiswa dalam memperkuat partisipasi demokrasi di kalangan generasi muda. Sebagai penutup, peserta mengikuti kunjungan ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Provinsi Bali guna menambah wawasan kepemiluan, baik secara umum di Indonesia maupun secara khusus di Provinsi Bali. (ps.red/Foto KPU Bali/ps/hupmas)

Tanamkan Kesadaran Berdemokrasi, KPU Bali Ajak Siswa SMA N 1 Bangli Diskusi Publik Pemilu

Denpasar, bali.kpu.go.id - Upaya menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali. Melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih dengan tema Diskusi Publik Pemilu, KPU Bali mengajak siswa SMA Negeri 1 Bangli berdialog langsung mengenai peran pemilih dan kepemimpinan, Kamis (18/12/2025), di SMA Negeri 1 Bangli. Kegiatan ini melibatkan Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Bangli, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bangli, serta 54 siswa sebagai peserta. Dalam suasana diskusi yang terbuka, siswa didorong untuk memahami pentingnya partisipasi politik yang bertanggung jawab sebagai bagian dari masa depan demokrasi Indonesia. Agung Lidartawan menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah bangsa. Karena itu, pendidikan pemilih tidak hanya bertujuan mengenalkan tahapan pemilu, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis dalam memilih pemimpin yang berintegritas, memiliki rekam jejak yang jelas, serta berpihak pada kepentingan rakyat. Selain pemaparan materi, kegiatan ini diisi dengan diskusi publik dan tanya jawab. Berbagai isu dibahas, mulai dari praktik demokrasi di lingkungan sekolah, penggunaan media sosial dalam membangun citra kepemimpinan, hingga tantangan penyelenggara pemilu dalam menjaga integritas di tengah maraknya disinformasi dan politik uang. KPU juga mengingatkan pentingnya keberanian melaporkan dugaan pelanggaran kepada KPU atau Bawaslu. Melalui kegiatan ini, KPU Provinsi Bali berharap siswa tidak hanya menjadi pemilih pemula, tetapi juga agen perubahan yang mampu menularkan nilai-nilai demokrasi, kejujuran, dan tanggung jawab di lingkungan sekitarnya. (bt.limp/Foto KPU Bali/bt/hupmas)

KPU Bali Gelar Sosialisasi Pemilu dan Demokrasi KPU Goes to Campus di ITB STIKOM Bali

Denpasar, bali.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar kegiatan KPU Goes to Campus di ITB STIKOM Bali pada Rabu (17/9/2025). Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA ini menghadirkan Komisioner KPU Provinsi Bali Divisi Hukum dan Pengawasan, Anak Agung Gede Raka Nakula, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Raka Nakula menyampaikan materi Bela Negara, Pemilu, dan Demokrasi. Ia menjelaskan bahwa bela negara merupakan tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang dilandasi kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, berlandaskan UUD 1945 dan UU Nomor 3 Tahun 2002. “Bela negara bisa diwujudkan secara fisik maupun non fisik. Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi dengan cara bijak menggunakan hak pilihnya,” ujarnya. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. “Jarimu harimaumu, gunakan hati nurani, jangan mudah terpancing isu yang belum pasti kebenarannya, dan jangan menggadaikan hak pilih hanya karena uang,” tegasnya. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Pertanyaan mahasiswa mencakup isu calon pemimpin dengan rekam jejak kurang baik, praktik politik uang, mekanisme pindah memilih, hingga pertanggungjawaban kandidat yang tidak menepati janji politik. Menanggapi hal itu, Raka Nakula menjelaskan bahwa calon diajukan oleh partai politik atau perseorangan sesuai syarat yang ditentukan. KPU berperan memastikan administrasi terpenuhi, sementara kualitas calon menjadi hak rakyat untuk menilai. Terkait politik uang, ia menegaskan agar dilaporkan ke Bawaslu, sedangkan persoalan etik penyelenggara menjadi ranah DKPP. Untuk pemilih pendatang, KPU memfasilitasi mekanisme pindah memilih selama surat suara masih tersedia. Acara ditutup dengan ice breaking yang dipandu Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi Bali. Sosialisasi berakhir pukul 11.00 WITA dengan harapan mahasiswa ITB STIKOM Bali semakin memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi dan berpartisipasi aktif dalam Pemilu. (bt.limp/Foto KPU Bali/bt/hupmas)

KPU Provinsi Bali hadir dalam kegiatan kokurikuler di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Denpasar, bali.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali hadir dalam kegiatan kokurikuler di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Rabu (17/9/2025). Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, menjadi narasumber dengan membawakan materi seputar demokrasi, hak pilih, dan pentingnya partisipasi generasi muda dalam pemilu. Dalam pemaparannya, John Darmawan menekankan bahwa siswa-siswi sebagai generasi emas bangsa memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan kepemimpinan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memilih secara langsung. “Generasi muda harus bijak memilih pemimpin, bukan karena popularitas atau materi, melainkan karena kapasitas dan integritas,” ujarnya. John juga menyoroti posisi generasi Z, termasuk siswa SMK Kesehatan Bali Medika, sebagai kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2024. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi pengawas politik yang aktif, melawan hoaks, serta bijak dalam menggunakan media sosial. “Kedaulatan ada di tangan rakyat, dan tugas kita bersama menjaga demokrasi agar tetap sehat,” tegasnya. Kegiatan ditutup dengan pemberian tanda penghargaan kepada pihak sekolah serta sesi tanya jawab interaktif mengenai pemilu, demokrasi, dan partisipasi politik yang disambut antusias oleh para siswa. Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa baru dapat memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih, menolak politik uang, serta turut aktif berpartisipasi dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut terlibat sebagai bagian dari penyelenggara pemilu di masa mendatang. (bt.limp/Foto KPU Bali/bt/hupmas)

KPU Bali Gelar KPU Goes To Campus di Universitas Mahasaraswati Denpasar

Denpasar, bali.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali kembali menggelar kegiatan KPU Goes to Campus, kali ini menyasar mahasiswa baru Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar. Sosialisasi yang berlangsung di hadapan 1.689 mahasiswa baru ini menghadirkan Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan sebagai narasumber utama. Sabtu, (13/09/2025) Dalam paparannya, Lidartawan memperkenalkan peran KPU sebagai penyelenggara pemilu sekaligus mengajak mahasiswa memahami pentingnya berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi. Melalui sesi interaktif, mahasiswa diajak berdialog mengenai pengalaman memilih, pemahaman tentang pemilu, serta syarat menjadi pemilih. Ia menegaskan pentingnya meninggalkan budaya politik uang. “Say No to Money Politik!” tegasnya. Lidartawan juga menjelaskan peran tiga lembaga penyelenggara pemilu, yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP, serta mengajak mahasiswa ikut berkontribusi sebagai penyelenggara pemilu di tingkat badan adhoc seperti KPPS, PPK, dan PPS. “Kami pernah memiliki TPS yang semua penyelenggaranya perempuan, dan hasilnya luar biasa: laporan rapi, pelayanan ramah. Ini contoh untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pemilu,” ujarnya. Selain itu, KPU Bali mendorong penerapan Green Election sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. “Kita tidak lagi menggunakan baliho yang berpotensi menambah sampah, tetapi memanfaatkan pesan digital. Bali sudah darurat sampah plastik, maka pemilu juga harus ramah lingkungan,” tegas Lidartawan. Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa menanyakan tentang fasilitasi bagi pemilih disabilitas. Lidartawan menjelaskan bahwa TPS wajib berada di lantai dasar agar mudah diakses, serta tersedia surat suara braille bagi pemilih tuna netra. Data pemilih disabilitas juga telah didata sebelum pemilu. Menjawab pertanyaan mengenai perangkat desa yang ikut kampanye, ia menegaskan bahwa seluruh penyelenggara negara yang menerima gaji dari negara dilarang berkampanye. “Kepala desa dan kelian dinas tidak boleh ikut kampanye. Untuk bendesa adat, belum ada aturan khusus sehingga masih ada yang ikut nyaleg,” jelasnya. Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa baru dapat memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih, menolak politik uang, serta turut aktif berpartisipasi dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut terlibat sebagai bagian dari penyelenggara pemilu di masa mendatang. (ps.red/Foto KPU Bali/ps/hupmas)

KPU Bali Gelar Sosialisasi Pemilih Pemula di SMAN 1 Kintamani

Bangli, bali.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula dalam bentuk diskusi publik di SMAN 1 Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (12/9). Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 siswa kelas XI dan XII yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu mendatang. Acara dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas SMAN 1 Kintamani, I Made Sandika, yang menekankan pentingnya siswa memahami proses demokrasi sejak dini. Hadir sebagai narasumber, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, serta didampingi Ketua KPU Kabupaten Bangli, I Kadek Adiawan. Dalam sambutannya, I Kadek Adiawan menyampaikan apresiasi karena Kabupaten Bangli menjadi lokasi pertama di Bali yang mendapat sosialisasi langsung dari Ketua KPU Provinsi Bali. Ia berharap siswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dan membangkitkan jiwa kritis sebagai generasi penerus bangsa. Ketua KPU Provinsi Bali dalam pemaparannya menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting pada Pemilu 2029. “Jangan takut berpolitik, karena hasil politik akan memengaruhi kehidupan kita. Jadilah pemilih cerdas sekaligus calon pemimpin Bangli di masa depan,” ungkap Lidartawan. Beliau juga menekankan pentingnya perekaman e-KTP bagi siswa berusia 16–17 tahun, pemahaman mengenai Pemilu Nasional dan Daerah, serta komitmen terhadap green election untuk mengurangi penggunaan baliho. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan siswa mengenai syarat memilih, fenomena golput, hingga pencegahan kecurangan Pemilu. Lidartawan menjawab satu per satu pertanyaan sambil menekankan bahwa generasi muda dapat berperan bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga penyelenggara Pemilu di masa depan. Kegiatan ditutup dengan yel-yel semangat demokrasi dan foto bersama seluruh peserta. (bt.limp/Foto KPU Bali/bt/hupmas)

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara