KPU BALI DORONG SEMANGAT PEMILIH PEREMPUAN DALAM SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH
Denpasar, bali.kpu.go.id - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih kepada Pemilih Perempuan di ruang rapat lantai II Kantor KPU Bali, Senin (10/11/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan organisasi perempuan, akademisi, serta partai politik peserta Pemilu. Acara dibuka oleh Anggota KPU Bali Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, I Gede John Darmawan, yang menekankan pentingnya semangat perjuangan perempuan dalam memperkuat demokrasi.
Dalam sambutannya, John menyampaikan bahwa momentum Hari Pahlawan menjadi pengingat untuk terus menyalakan semangat juang perempuan di bidang politik. Menurutnya, jumlah pemilih perempuan dalam setiap Pemilu selalu lebih besar dibanding laki-laki, namun tingkat partisipasinya masih perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti isu penting dalam Prolegnas 2026 seperti pemisahan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah, serta wacana perubahan sistem Pemilu menjadi campuran atau tertutup.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pandangan peserta dari partai politik dan akademisi. Utami, Bendahara Partai Demokrat, menyebut partisipasi perempuan sudah cukup baik, tetapi kesadaran untuk menentukan pilihan sendiri masih kurang. Rani dari Universitas Hindu Indonesia menilai perlunya sosialisasi lebih luas agar pemilih perempuan mengenal calon legislatif, sementara Selfi dari Partai Perindo menekankan pentingnya solidaritas sesama perempuan agar keterwakilan 30% bisa tercapai hingga tingkat daerah.
Sutra dari Partai Gelora menyoroti tantangan politik uang yang masih tinggi, yang membuat calon legislatif perempuan sulit bersaing. Sementara itu, Gung Is dari Universitas Udayana menegaskan perlunya peningkatan kualitas sumber daya perempuan di tengah budaya patriarki yang masih kuat di Bali. Ria dari Kaukus Perempuan menambahkan pentingnya pendidikan politik sejak dini agar anak-anak berani memiliki pilihan sendiri tanpa tekanan keluarga.
Menanggapi berbagai pandangan, I Gede John Darmawan menegaskan bahwa KPU tidak memiliki kewenangan mengarahkan pilihan politik masyarakat, namun berkewajiban meningkatkan literasi politik bagi semua, termasuk perempuan. Ia menutup kegiatan dengan ajakan agar peserta menularkan semangat kesetaraan kepada generasi muda. “Mari kita didik anak-anak kita agar memahami pentingnya hak pilih dan kesetaraan politik. Semoga dari forum ini lahir langkah nyata untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di Bali,” pungkasnya. (ps.red/Foto KPU Bali/ps/hupmas)