Evaluasi Kesiapan H-1 Logistik dan TPS Pilgub Bali
Denpasar, bali.kpu.go.id – Hari pencoblosan Pilgub Bali tinggal sehari lagi, kesiapan penyelenggara sebelum hari ‘H” pencoblosan sedang diuji dalam ketepatan waktu pengiriman distribusi logistik serta kesiapan sarana dan prasarana TPS untuk perhelatan Pilkada. Kesiapan logistik sangat penting dilakukan agar pada saat hari pemungutan suara berjalan dengan lancar, selain itu kesiapan petugas KPPS dan Linmas sangat penting dalam melakukan kesiapan baik pembuatan TPS maupun siap dalam memahami aturan dan prosedur dalam proses pemungutan dan penghitungan suara sehingga proses pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur berjalan lancar sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (26/6/2018).
.jpeg)
KPU Provinsi Bali mengundang Bawaslu Provinsi Bali, Kesbangpol Provinsi Bali, Satpol PP Provinsi Bali, Polda Bali, BIN Provinsi Bali serta Utusan dari KemenKoPolHuKam untuk melakukan Rapat Koordinasi serta Pemantauan ke lapangan. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Logistik serta TPS H-1 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018. Dewa Raka Sandi selaku Ketua KPU Provinsi Bali dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari rapat koordinasi serta pemantauan ke lapangan yang akan dilakukan adalah untuk melakukan evaluasi kesiapan H-1 terhadap logistik dan TPS. Diharapkan dengan langkah tersebut pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara besok pada saat hari “H” akan berjalan lancar dan tertib.
.jpeg)
Wayan Jondra selaku Ketua Divisi Logistik KPU Provinsi Bali menambahkan monev dilakukan sebagai upaya dari KPU Provinsi Bali untuk meyakinkan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait bahwa logistik untuk pemungutan suara dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sudah sampai dengan lengkap di PPS kemudian didistribusikan ke masing-masing TPS. Dinyatakan lengkap dalam hal ini termasuk logistik dalam kotak maupun luar kotak suara. Setelah logistik ini lengkap, monev ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa logistik disimpan dengan baik dengan segel yang utuh serta dijaga dengan baik oleh petugas PPS, Linmas maupun aparat Kepolisian. Monev selanjutnya dilakukan untuk meninjauan Tempat Pemungutan Suara (TPS), Peninjauan TPS ini untuk memastikan TPS sudah dibuat sesuai dengan PKPU seperti misalnya dibelakang tempat bilik suara tidak ada akses orang lalu lalang agar tidak ada intervensi dari pihak manapun. Hal tersebut sangat penting dilakukan, sehingga kerahasiaan suara Pemilih menjadi terjaga. TPS juga dibuat untuk mampu mengakomodir penyandang disabilitas dalam melakukan pemungutan suara dengan baik tanpa dibantu oleh orang lain dalam memberikan hak suaranya. TPS juga dibuat senyaman mungkin dan aman bagi pemilih dalam proses pemungutan suara.
.jpeg)
Monev yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Bali dan kebetulan didampingi oleh utusan dari Kemenkopolhukam, bertujuan untuk meyakinkan Pemerintah selaku pengguna akhir dari pada hasil dari Pemilihan ini bahwa persiapan sudah dilakukan dengan baik dengan prosedur yang benar. Persiapan ini menyangkut pendanaan, sumber daya manusianya seperti petugas KPPS dan Linmas, disamping mereka ada juga harus memahami cara melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku, sehingga tidak terjadi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara diluar ketentuan yang berlaku ujar Komisioner yang humoris dan tegas ini.
.jpeg)
Tim gabungan pemerintah daerah provinsi Bali bersama KPU Provinsi Bali bersama sama melakukan pemantauan lapangan ke daerah Pemilihan yang melakukan dua Pemilihan yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Daerah yang menjadi sasaran pemantauan kali ini adalah Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung. Dari kedua daerah Kabupaten yang dilakukan pemantauan dapat dilihat secara langsung sudah berjalan dengan baik. Namun demikian perlu tetap melakukan cek and recheck agar lebih mantap persiapannya ujar Dewa Raka Sandi diakhir pemantauannya. (bud/Foto KPU BALI/bud/Hupmas).
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)