Berita Terkini

FGD Maskot Pilgub 2018

Denpasar, bali.kpu.go.id – Mengundang pihak Polda Bali, Danrem 163 Wirasatya, Ketua Bawaslu Bali, MUDP Bali, Jajajaran FKUB Bali, KPID Bali, KI Bali, Ombudsman Bali, Instansi Terkait, Akademisi, LSM dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota se-Bali, KPU Provinsi Bali “membedah” Maskot Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali (Pilgub Bali) dengan melaksanakan Focus Group Disscusion (FGD) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretariat KPU Provinsi Bali. (03/10/17)

Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dalam sambutannya menyampaikan kali ini KPU Provinsi Bali mengangkat filosofi Asta Brata yang diangkat dari cerita Ramayana sebagai tema Maskot Pilgub Bali yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Asta Brata memiliki filosofi 8 asas kepemimpinan yang diberikan oleh Sri Rama kepada Gunawan Wibhisana sebelum ia memegang tampuk kepemimpinan Alengka Pura pasca kemenangan Sri Rama melawan keangkaramurkaan Rawana. Asas kepemimpinan tersebut antara lain Surya Brata, Candra Brata, Bayu Brata, Agni Brata, Indra Brata, Yama Brata, Kuwera Brata dan Baruna Brata.

Ketua Divisi SDM dan Sosialisasi KPU Provinsi Bali Ni Wayan Widhiasthini memaparkan tujuan FGD yang juga mengundang pakar seniman pewayangan tersebut adalah untuk memperoleh masukan secara komprehensif dari stakeholder dan masyarakat serta meminimalisir kesalahan  penempatan simbol-simbol yang terdapat pada maskot yang akan diwujudkan dalam bentuk “kayonan” tersebut. Widhiasthini juga menambahkan bahwa KPU Provinsi Bali sengaja melibatkan publik dalam proses pematangan Maskot Pilgub sebagai bentuk keterbukaan informasi serta pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Dengan adanya berbagai saran dan masukan dari unsur akademisi, seniman hingga pemilih pemula yang hadir, diharapkan kedepannya Maskot Pilgub Bali 2018 dapat terhindar dari multi tafsir dan hal-hal sensitif terkait dengan simbol agama, keyakinan serta simbol-simbol lainnya.(gb.red/Foto KPU Bali/gb/Hupmas)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 653 kali