Denpasar, bali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali (KPU Bali) secara resmi telah meluncurkan Maskot dan Jingle Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali (Pilgub Bali) 2018. Acara yang dikemas dengan Doa Bersama tersebut dilaksanakan di Monumen Perjuangan Rakya Bali Bajra Sandhi Denpasar.(28/10/18)
Mengangkat filosofi “Asta Brata” dalam kisah Ramayana yang dituangkan dalam bentuk “Kayonan” sebagai Maskot Pilgub Bali 2018, Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dalam sambutannya berharap agar pelaksanaan Pilgub Bali kedepan mendapatkan jalan dan sinar suci dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga pada saatnya nanti masyarakat Bali akan memiliki pemimpin yang meresapi nilai-nilai kepemimpinan “Asta Brata”. Asta Brata memiliki filosofi 8 asas kepemimpinan yang diberikan oleh Sri Rama kepada Gunawan Wibhisana sebelum ia memegang tampuk kepemimpinan Alengka Pura pasca kemenangan Sri Rama melawan keangkaramurkaan Rawana. Asas kepemimpinan tersebut antara lain Surya Brata, Candra Brata, Bayu Brata, Agni Brata, Indra Brata, Yama Brata, Kuwera Brata dan Baruna Brata.
Raka Sandi juga mengatakan, Doa Bersama dalam peluncuran Maskot dan Jingle Pilgub Bali kali ini selain untuk memohon kelancaran pelaksanaan rangakaian tahapan, juga sebagai bentuk empati terhadap keadaan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang hingga saat ini masih dalam status awas. “mudah-mudahan situasi saat ini akan segera kembali normal dan semua lapisan masyarakat bali dapat kembali beraktifitas sebagaimana mestinya” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghimbau kepada seluruh pimpinan parpol, ormas, tokoh agama, tokor masyarakat, unsur TNI POLRI dan selurh elemen masyatakat untuk senantiasa menjaga iklim kondusif sejak, sebelum dan selama tahapan Pigub Bali berlangsung. Pastika berharap pelaksanaan Pilgub Bali saat ini dapat memberikan pendidikan politik yang cerdas dan berbudaya kepada masyarakat, demi terbangunnya demokrasi yang substansial yaitu demokrasi yang berproses berdasarkan kaedah-kaedah demokrasi yang sehat sesuai aturan hukum sekaligus membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan rakyat. Pelaksanaan Pilkada denga filosfi “menyama braya” juga ditekankan oleh Mangku Pastika sebagai bentuk menghargai perbedaan dalam dinamika kebersamaan dan persaudaraan.
Ketua KPU RI Arief Budiman juga hadir dalam acara yang mengundang Ketua DPRD Provinsi Bali, Jajaran FKPD Provinsi Bali, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, FKUB, MUDP, KI Bali, Ombudsman Perwakilan Balim jajaran SKPD Pemprov Bali, Ketua KPU Kabupaten/Kota se-Bali serta Ormas, LSM mahasiswa dan pelajar tersebut menyampaikan jangan sampai kampanye hitam, isu SARA dan hal-hal tidak baik lainnya masih mewarnai pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 nanti. Karena satu kericuhan yang terjadi di salah satu daerah di Indonesia, maka Pemilu Nasional menjadi taruhannya. Diakhir sambutannya, Arief Budiman meminta dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama ikut mensukseskan pelaksaan Pilgub Bali yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.
Acara peluncuran Maskot ditandai dengan penacapan “Kayonan” oleh Ketua KPU RI, Gubernur Bali dan Ketua KPU Provinsi Bali didampingi oleh jajaran FKPD Provinsi Bali didampingi oleh Ketua KPU Kabupaten/Kota se-Bali yang juga mendapatkan duplikat maskot untuk diluncurkan pada daerahnya masing-masing dan diakhiri dengan Doa Bersama yang tepat dilaksanakan pada Pk.18.00 WITA. (gb.red/Foto KPU Bali/gb/Hupmas)