KPU Bali Gelar Workshop/TOT Guru PPKN se-Kota Denpasar
Masyarakat Bali ditahun 2013 mendatang, akan menggelar hajatan akbar, yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub). Untuk mempersiapkan pesta demokrasi tersebut, KPU Bali terus melakukan berbagai manuver persiapan. Salah satunya adalah mempersiapkan pemilih pemula. Sosialisasi bagi pemilih pemula bisa dilakukan secara efektif bila dilakukan oleh guru di sekolah, sedangkan pelajaran yang berhubungan dengan pemilu adalah guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Guru memiliki peranan penting dalam memajukan pendidikan dinegeri ini. Bahkan profesi yang dikenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa ini sangat menentukan maju mundurnya dunia pendidikan, termasuk sistem demokrasi dimasa mendatang. Itulah sebabnya seorang guru biasanya dianggap sebagai suritauladan yang patut untuk digugu dan ditiru. Maka dari itu dalam rangka sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dalam Pemilu dan Pemilukada, KPU Bali mengadakan pelatihan Training of Trainer (ToT) yang diikuti para guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) SMU/SMK se-Kota Denpasar. Pelatihan ToT ini digelar selama 1 (satu) hari, 31 Mei 2012, di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur Bali. Ketua KPU dalam sambutannya mengatakan, melalui pelatihan seperti ini diharapkan nantinya para tunas muda harapan bangsa sudah diperkenalkan dengan pendidikan demokrasi sebagai pemilih pemula. Dengan demikian selaku generasi penerus mereka tidak canggung, apalagi bingung saat melihat realita politik dialam demokrasi yang kini sedang berkembang di negeri ini. Sementara itu, Anggota KPU Bali Divisi Sosialisasi, Ketut Udi Prayudi, SE., SH., MH., menegaskan iklim demokrasi semenjak Indonesia merdeka pada tahun 1945 silam senantiasa mengalami perubahan. Dinamika politik berjalan seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Begitu pula sistem Pemilu, dari waktu ke waktu mengalami perubahan yang cukup signifikan. "Semuanya itu menjadi pelajaran bagi kita dan penting untuk diketahui para generasi penerus kita. Oleh karena itu, dalam nuansa demokrasi sekarang, sejak dini anak-anak hendaknya diajar hidup berdemokrasi baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat," ajak Udi. Hadir sebagai nara sumber Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd yang merupakan Ketua PGRI Provinsi Bali, memberikan materi Pentingnya Partisipasi Masyarakat Dalam Peningkatan dan Pendewasaan Berdemokrasi di Kalangan Sekolah. Nara sumber lainnya Ni Putu Ayu Winariati, SP selaku anggota KPU Bali memaparkan materi "Mengapa Harus Ada Pemilu". Udi Prayudi yang juga merupakan fasilitator Brigde memberikan materi "Sistem Pemilu" dan "Karakteristik Calon Pemimpin yang Baik". Acara yang diikuti 40 Guru dari 20 SMU/SMK negeri dan swasta ini berlangsung aktif, karena para guru dilibatkan langsung dalam pembahasan materi yang dikemas dalam bentuk debat dan tanya jawab. (wk)