Berita Terkini

Wujudkan Laporan Keuangan yang Akurat dan Terbuka

Menghadirkan Tim dari  Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali serta pihak dari Inspektorat Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia sebagai narasumber, KPU Provinsi Bali melaksanakan Rapat Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Serta Reviu Laporan Keuangan Semester II Tahun 2016. (16/01/17) Rapat yang dihadiri oleh jajaran Pejabat Struktural KPU Bali,operator  SistemAplikasi Instansi Basis Akrual (SAIBA)serta Operator Sistem Informasi Manajamen dan Akuntansi  Barang Milik Negara (SIMAKBMN) Kabupaten/Kotase-Bali tersebut dibuka oleh Anggota KPU Bali Divisi Umum, Keuangan dan Logistik Wayan Jondra. Jondra mengatakan ada delapan hal penting yang harus diperhatikan dalam rapat kali ini antara lain pastikan telah dilakukan rekonsiliasi data; laporan keuangan telah direkon dengan KPPN; laporan barang sudah direkon dengan pihak KPKNL; pastikan tidak ada PAGU Minus; pastikan kas bendahara pengeluaran Rp.0; pastikan saldo persediaan telah didukung Berita Acara stok opname; perhatikan persediaan yang rusak berat sehingga tidak membuat tidak akurat; segera tindaklanjuti temuan BPK (jika ada) Jondra juga berharap agar seluruh peserta mengikuti rapat kali ini dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat, akuntabel dan layak diketahui oleh masyarakat. “laporan keuangan yang akurat akan mendorong suksesnya penyelenggaraan Pemilu pada umumnya dan Pemilihan di Provinsi Bali pada khususnya” tambah Jondra. (gb.red/Foto KPU Bali/gb/Hupmas)

Samakan Pemahaman melalui Bimtek Terpadu

Menindaklanjuti Surat Komisi Pemiihan Umum (KPU) Republlik Indonesia Nomor 26/KPU/I/2017 tentang Pelaksanaan Bimbingan Teknis Terpadu KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi dan Spesifikai Buku Panduan Pemungutan dan Penghitungan serta Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara, KPU Kabupaten Buleleng melasanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu dan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Tahun 2017. Bimtek yang dilaksanakan di Hotel Banyualit Lovina tersebut mengundang Panwaslih KPU Kabupaten Buleleng, Ketua dan Anggota PPK se-Kabupaten Buleleng, Ketua dan Anggota Panwascam se- Kabupaten Buleleng serta Tim Kampanye dari Pasangan Calon. (14/01/17) Dibuka oleh Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, Bimtek yang bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai Pemungutan dan Penghitungan Suara tersebut mengundang Anggota KPU Bali Ni Putu Ayu Winariati sebagai Divisi Teknis dan Ni Wayan Widhiasthini selaku Tim Pemeriksa Daerah Provinsi Bali serta Anggota dari Panwasih Kabupaten Buleleng sebagai narasumber. Gede Suardana dalam sambutannya berharap agar Bimtek kali ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh peserta yang hadir sehingga peserta memiliki pengetahuan teknis dalam menyongsong tahapan pemungutan dan penghitungan suara hingga rekapitulasi. Suardana juga berharap agar jajaran PPK nantinya dapat menurunkan pengetahuan yang didapat kepada jajaran PPS dan KPPS dibawahnya. Pada sesi pertama, Ni Putu Ayu Winariati menyampaikan materi mengenai Pemungutan dan Penghitungan Suara. Dilanjutkan dengan materi tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu oleh Ni Wayan Widhiasthini pada sesi ke dua. Sedangkan dari Panwaslih Kabupaten Buleleng memaparkan materi menganai Pengawasan Pemilihan. Acara Bimtek berlangsung selama dua hari dan diakhiri dengan sesi Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara oleh seluruh peserta dipandu oleh Anggota KPU Buleleng. (gb.red/Foto KPU Bali/gb/Hupmas)

Tari Rejang Dewa “meriahkan” Odalan di KPU Bali

Bertepatan dengan Purnama Sasih Kapitu, Kamis 12 Januari 2017, dilaksanakan upacara piodalandi Pura Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali (KPU Bali). Piodalandiikuti oleh Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Raka Sandi, Anggota KPU Provinsi Bali Ni Putu Ayu Winariati, Ni Wayan Widhiasthini dan Kadek Wirati. Juga diikuti Sekretaris KPU Provinsi Bali, Putu Arya Gunawan, pejabat struktural KPU Provinsi Bali serta Ketua, Anggota, dan Sekretaris KPU Kabupaten/Kota se-Bali. Upacara Piodalan juga dimeriahkan dengan Tari Rejang Dewa yang dibawakan oleh jajaran Komisioner dan jajaran Sekretariat KPU Provinsi Bali. Tari Rejang Dewa merupakan Tari yang digunakan untuk menyambut kehadiran Hyang Widhi Wasa dan para dewata kahyangan ketika turun ke bumi. Ketua KPU Bali dalam sambutannya sangat mengapresiasi pementasan Tari Rejang Dewa tersebut karena dianggap telah “menginspirasi” sebagai wujud Pemilu yang Berbudaya. "Salah satu harapan dari upacara ini adalah untuk nunas (minta) keselamatan dan kerahayuan untuk pelaksanaan Pilkada Buleleng yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017 serta Pilkada (PILGUB) 2018  mendatang," jelas Raka Sandi.  Setelah upacara “Pamuspaan” berlangsung, acara dilajutkan dengan makan siang bersama di halaman parker Sekretariat KPU Bali. (gb.red/Foto KPU Bali/gb/Hupmas)

KPU Bali Laksanakan Audiensi Perjanjian Kerjasama

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali (KPU Bali) yang diwakili oleh Angota Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Ni Wayan Widhiasthini, Divisi Perencanaan dan Data Kadek Wirati dan Divisi Teknis Ni Putu Ayu Winariati melaksanakan Audiensi dengan Bawaslu Provinsi Bali, Ombudsman Republlik Indonesia Perwakilan Bali, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali dan Komisi Informasi Provinsi Bali. (11/01/17) Audiensi yang dilaksanakan sehubungan dengan pelaksanaan tahapan Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Tahun 2017 tersebut membahas tentang Perjanjian Kerjasama tentang Pengawasan Pemberitaan, Penyiaran dan Iklan Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Tahun 2017 terutama Kampanye pada Media Cetak dan Elektronik yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2017 hingga 11 Februari 2017 mendatang. Perjanjian Kerjasama antara Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali, Komisi Informasi Provinsi Bali, KPU Provinsi Bali, Bawaslu Provinsi Bali dan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali, ini rencananya akan ditandatanani bersama tanggal 20 Januari 2017 mendatang dan akan menjadi panduan kerja KPU Kabupaten Buleleng dalam mengawal proses pelaksanaan Kampanye pada Media Cetak dan Elektronik dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Tahun 2017. (gb.red/Foto KPU Bali/gb/Hupmas)

KPU Bali Tingkatkan Kinerja dan Sosialisasi

Hari ini adalah Senin pertama di Bulan Januari Tahun 2017, apel pagi dipimpin oleh Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dihadiri Komisioner KPU Provinsi Bali I Wayan Jondra, dan pejabat serta seluruh staf sekretariat KPU Provinsi Bali. Ketua KPU Provinsi Bali mengharapkan ada peningkatan kinerja di tahun 2017, Jondra menambahkan pentingnya sosialisasi. Dalam apel yang berjalan khidmad ini tidak lupa juga diucapkan selamat Tahun Baru 2017 (09/01/2017). Ketua KPU Provinsi Bali dalam arahannya menyampaikan, bahwa di Tahun 2017 ini akan dilaksanakan Pilkada di Kabupaten Buleleng dan persiapan Pilgub Tahun 2018. Ketua mengharapkan segenap jajaran KPU Provinsi Bali untuk meningkatkan kinerjanya sehingga prestasi KPU Bali semakin cemerlang. Segenap komponen KPU Provinsi Bali hendaknya secara aktif terus melakukan supervisi dan komunikasi dengan KPU Kabupaten Buleleng, sehingga Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Tahun 2017 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pada kesempatan yang sama Jondra menambahkan pengarahan bahwa semua jajaran kpu provinsi Bali harus turut serta mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2017, dengan menyampaikan pesan “silahkan cek diri anda masuk dalam DPT, datang ke tps tanggal 15 Februari 2017, Penyelenggara Berintegritas, Peserta memiliki intelektualitas, Pemilih cerdas, Terpilihlah pemimpin yang cerdas”. Sosialisasi tersebut sampaikan disemua akun mediasosial yang dimiliki oleh jajaran KPU Provinsi Bali. Pada kesempatan tersebut Jondra juga menyampaikan bahwa Tahun Baru 2017 ini akan terasa baru apabila kita membuat prestasi baru dengan kinerja yang jauh lebih hebat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.(wjd)

Indonesia Menjadi target Pasar Mobil Avanza

Pasar otomotif tanah air kembali bergairah, penjualan sejumlah produk terutama produk yang berasal dari brand tertentu atau telah memiliki pangsa pasar yang telah terbentuk menunjukan grafik peningkatan yang cukup positif. Tentu saja hal ini disambut baik oleh para pelaku bisnis ini yang selama dua tahun terakhir harus berjibaku menghadapi pasar yang merosot tajam. Memang beberapa tahun ini dunia perotomotifan kita seperti sedang mengalami ujian yang cukup berat. Berbagai kendala datang silih berganti menghantap industry yang merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia ini mulai dari faktor eksternal seperti ekonomi global yang sedang kacau hingga masalah internal dalam negeri seperti suhu politik yang memanas merupakan beberapa diantaranya. Namun ada satu produk yang seakan tidak terpengaruh dengan kondusi yang sangat tidak kondusif itu dan terus bertahan di tengah badai kesulitan maha dahsyat yang mampu membuat pabrikan dengan nama besar pun harus mengaku kalah den terpaksa angkat kaki dari hiruk pikuk bisnis otomotif tanah air, dan product tersebut tak lain dan tak bukan ialah Toyota Avanza. Memang harus diakui raja diraja MPV nasional ini bukan tak terkena imbas sama sekali dari rentetan situasi yang disebutkan diatas, namun dibanding produk lainnya yang ada di pasar kendaraan bermotor dalam negeri, jagoan Toyota ini relative lebih kokoh dan hanya terkena dampak ringan yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap performa penjualannya. Bahkan meskipun dihadapkan pada situasi sulit di dalam negeri, mobil Avanza justru mampu semakin menancapkan kukunya di luar negeri dengan meningkatkan volume ekspor unitnya khususnya di kalangan regional Asia Tenggara. Nilai mata uang yang jatuh terhadap kurs asing justru bisa mendatangkan pemasukan lebih besar bagi Toyota selaku produsen karena produk andalannya ini laris manis di mancanegara yang mana tentu saja transaksinya menggunakan mata uang asing. Akan tetapi meskipun menuai kesuksesan yang cukup membanggakan di luar negeri, Toyota tetap focus pada pasar di dalam negeri. Seperti diketahui Avanza lahir dari Indonesia, atas permintaan masyarakatnya, kebutuhan pasarnya dan sedari awal memang dirancang untuk kondisi geografis serta karakteristik konsumen di tanah air. Tak heran dengan komitmen serta dedikasi sebesar itu masyarakat member apresiasi yang tinggi untuk kembaran Daihatsu Xenia tersebut. Kepercayaan Avanza yang sangat besar terhadap para loyalisnya dibalas dengan tingkat kepercayaan yang sama besarnya dari konsumen setianya. Dan lihatlah kini peta persaingan di kelas Low MPV yang merupakan domain dari Avanza, di kelas paling prestisius ini Avanza begitu dominan dengan penguasaan pangsa pasar mencapai 40 persen. Sebuah dominasi yang tidak bisa dilakukan oleh produk manapun bahkan dari kelas dengan tingkat persaingan yang tidak seketat LMPV. Jabatan “mobil sejuta umat” tampaknya akan abadi dipegang oleh MPV murah Toyota ini, mungkin saja di tahun – tahun ke depan aka nada lagi produk yang mencapai total pencapaian sejuta unit namun akan sangat sulit menyamai rekor Avanza yang meraihnya hanya dalam tempo kurang dari satu decade. Dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional yang tentunya akan membuat iklim bisnis otomotif kembali bersemangat, Avanza diyakini akan lebih leluasa menegaskan superioritasnya. Kehadiran variant terbaru yaitu Grand New Avanza serta statusnya yang kini telah lepas dari Veloz adalah sebuah strategi yang diterapkan Toyota untuk memenuhi targetnya menguasai pasar MPV di Indonesia. Harga yang bersaing dengan mutu serta kualitas kelas wahid menjadikan Avanza selalu menjadi pilihan utama bagi konsumen keluarga di Indonesia. Avanza juga memiliki keunggulan dari yang terkeal handal dan bandel hingga membuat para pemiliknya tak segan menggunakannya untuk berbagai macam aktifitas di luar rutinitas sehari – hari. Harga mobil Avanza mungkin memang bukan yang paling murah di kelas MPV bawah namun harga tersebut merupakan opsi paling cerdas bagi masyarakat untuk memiliki sebuah kendaraan keluarga multifungsi dengan jaminan kualitas, gengsi serta nilai ekonomis tinggi yang merupakan ciri khas dari setiap product keluaranToyota. Baca : http://www.dealermobiltoyota.co.id/harga-mobil-toyota/harga-mobil-avanza/ Ciri khas tersebut juga menjadi keunggulan dari mobil Avanza sejak generasi pertama hingga versi mutakhirnya yang diluncurkan tahun 2015 kemarin. Grand New Avanza jelas sudah mengalami banyak perubahan dibanding versi awalnya, namun secara prinsip mobil ini tetap mempertahankan statusnya sebagai kendaraan keluarga yang handal serta mampu mengakomodir beragam kebutuhan penggunanya, nyaman dan aman dikendarai, mewah namun dengan harga yang terjangkau oleh setiap lapisan konsumen. Avanza yang kini resmi terpisah dari model teratasnya yang bernama Veloz tetap dipasarkan dalam dua opsi pilihan mesin yakni mesin berkapasitas 1.5L dan 1.3L. Untuk konsumen yang menginginkan tampilan lebih powerful atau kerap bepergian keluar kota lebih tepat memilih Avanza 1.5L, sedangkan untuk konsumen yang menginginkan harga lebih bersahabat Avanza 1.3L tentu menjadi pilihan paling ekonomis bagi mereka. Baca juga : www.dealermobiltoyota.co.id Harga mobil Avanza sendiri kini dipasarkan mulai dari 185.400.000 untuk tipe E 1.3 STD hingga 218.300.000 untuk type G 1.5 M/T, sedangkan mantan model mewahnya yakni Grand New Veloz mempunyai rentang harga antara 211,5 juta sampai dengan 234,2 juta Rupiah OTR Jadetabek. Harga tersebut termasuk sangat bersaing untuk pasar Low MPV terlebih bila mengingat semua kelebihan yang dimiliki oleh MPV Toyota itu.

Populer

Belum ada data.