Berita Terkini

Rakor Sosialisasi, Teknis dan Hupmas

KPU Provinsi Bali mengundang KPU Kabupaten/Kota Se-Bali dalam rangka Rapat Koordinasi Sosialisasi, Teknis dan Hupmas pada tanggal 24 Februari 2015. Rapat yang dilaksanakan sehubungan dengan persiapan pelaksanaan Pemilukada  serta perencanaan kegiatan dalam anggaran tahun 2015 tersebut dihadiri Ketua,  Anggota dan Pejabat Struktural Sekretariat KPU Provinsi Bali serta Ketua dan Divisi Sosisalisasi, Teknis dan Hupmas KPU Kabupaten/Kota Se-Bali. Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Raka Sandi selaku pimpinan rapat menyampaikan pentingnya sosialisasi untuk meningkatkan kualitas Pemilu di Bali khususnya dalam hal akses informasi. Raka Sandi juga mengingatkan seluruh jajaran untuk selalu mendokumentasikan setiap hal yang dikerjakan sehingga KPU memiliki data yang akurat dalam menghadapi perselisihan hasil pemilu yang mungkin saja terjadi. Materi mengenai program sosialisasi, tahapan Pemilukada dan transparansi informasi disampaikan oleh komisioner KPU Provinsi Bali sesuai dengan divisinya masing-masing.

Taman Rama School Kunjungi KPU Bali

Sebanyak 20 orang siswa SMU Taman Rama School berkunjung ke KPU Provinsi Bali didampingi oleh pihak pengajar. Kunjungan yang bertujuan untuk memperluas wawasan dan pemenuhan aspek life skill para siswa tersebut disambut baik oleh KPU Provinsi Bali.   Segenap Anggota dan jajaran pejabat Sekretariat KPU Provinsi Bali menerima kunjungan di Ruang Rapat Sekretariat KPU Provinsi Bali pada hari Senin, 23 Februari 2015. Anggota KPU Provinsi Bali Wayan Jondra mewakili Ketua memberikan sambutannya dilanjutkan dengan pemaparan materi kepemiluan oleh masing-masing divisi. Beberapa pertanyaan kritis juga dilontarkan oleh para siswa yang masih tergolong pemilih pemula tersebut. Diakhir pertemuan KPU Provinsi Bali menyerahkan souvenir dan modul-modul kepemiluan.

Taman Rama School Kunjungi KPU Bali

Sebanyak 20 orang siswa SMU Taman Rama School berkunjung ke KPU Provinsi Bali didampingi oleh pihak pengajar. Kunjungan yang bertujuan untuk memperluas wawasan dan pemenuhan aspek life skill para siswa tersebut disambut baik oleh KPU Provinsi Bali.   Segenap Anggota dan jajaran pejabat Sekretariat KPU Provinsi Bali menerima kunjungan di Ruang Rapat Sekretariat KPU Provinsi Bali pada hari Senin, 23 Februari 2015. Anggota KPU Provinsi Bali Wayan Jondra mewakili Ketua memberikan sambutannya dilanjutkan dengan pemaparan materi kepemiluan oleh masing-masing divisi. Beberapa pertanyaan kritis juga dilontarkan oleh para siswa yang masih tergolong pemilih pemula tersebut. Diakhir pertemuan KPU Provinsi Bali menyerahkan souvenir dan modul-modul kepemiluan.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati KKN di KPU Bali

Ketua KPU Provinsi Bali didampingi Sekretaris KPU Bali beserta Kabag Perencanaan dan Data, menerima sejumlah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar pada hari Senin 16 Februari 2015.   Kehadiran mahasiswa ini dalam rangka dimulainya Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiawa fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati yang sudah bekerja. KKN di KPU Provinsi Bali dilakukan dengan berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa dan KPU Provinsi Bali. Kegiatan KKN ini melibatkan 5 (lima) orang mahasiswa. Yang sedianya berakhir tanggal 14 Maret 2015.   Pada kesempatan tersebut Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan agar para peserta KKN dapat melaksanakan semua kegiatan secara sungguh-sungguh. Jika dilakukan secara sungguh-sungguh niscaya kegiatan ini dapat berhasil guna.

Kinerja KPU Kabupaten/Kota Harus Terencana

Dalam Rapat Koordinasi yang dilaksanakan pada Kamis 12 Februari 2015, Ketua KPU Bali menyampaikan bahwa KPU Kabupaten/Kota se-Bali hendaknya menyusun tahapan pelaksanaan kegiatan sesuai anggaran yang tersedia pada program rutin 2015. Penyusunan program ini sebagai sebuah perencanaan kegiatan di Tahun 2015 secara terstruktur dan terprogram. Program kegiatan dan administrasi hendaknya disusun secara baik sebagai wujud tanggungjawab kepada publik bahwa KPU Kabupaten/Kota bukanlah pengangguran terorganisir pada saat tidak ada tahapan pemilu. Penataan kearsipan merupakan suatu hal penting dilakukan untuk menyongsong pemilu yang akan datang baik Pemilukada maupun Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Khususnya bagi KPU Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan Pemilukada agar menyusun draft-draft surat surat keputusan. Dalam menunjang kinerja KPU Kabupaten/Kota agar meningkatkan kinerja dan kehadirannya di kantor dengan mengisi daftar hadir secara disiplin. Kehadiran yang dibuktikan dengan daftar hadir sebagai wujud tertib administrasi, jika sewaktu-waktu diperiksa oleh pemeriksa. Dalam kesempatan rapat koordinasi tersebut Wayan Jondra Komisioner KPU Provinsi Bali menyampaikan agar KPU Kabupaten/Kota menuliskan semua kegiatan yang akan dilaksanakan. Setidaknya setiap bulan ada kegiatan yang dipublish minimal dalam web sendiri. Anggaran berbasis kinerja jangan dibalik jadi kerja berbasis anggaran. Fenomena saat ini serapan tidak penting tapi terlaksananya kegiatan jauh lebih penting, bila perlu kegiatan tanpa menghabiskan dana. Jondra menegaskan agar KPU Kabupaten/Kota segera menulis rencana kegiatan tahun 2015, laksanakan kegiatan yang telah direncanakan, dan tulis kembali serta dipublikasikan kegiatan itu paling tidak dipublikasikan dalam web sendiri. Arya Gunawan Sekretaris KPU Provinsi Bali juga menyampaikan pengarahan, bahwa transparansi pengelolaan anggaran harus dikedepankan. Bali sebagai daerah yang kecil sangat wajar kalau unggul dalam administrasi, tapi sangat aneh jika Bali lebih buruk dari daerah lain. Dengan demikian perencanaan kegiatan tahun 2015 KPU Bali sudah diterima paling lambat tanggal 26 Februari 2015.

Perludem Apresiasi Tranparansi Informasi Pemilu KPU Bali

KPU Provinsi Bali yang di wakili oleh Anggotanya Ibu Kadek Wirati yang membidangi Divisi Humas, Data Informasi dan Hubungan Antar Lembaga memperoleh undangan untuk menjadi peserta dan juga memberikan presentasi dalam acara DATA FOR NGO AND ELECTION COMMISION yang diselenggarakan oleh PERLUDEM (Perkumpulan untuk Pemilu dan  Demokrasi) bertempat di Hotel Akmani – Jakarta, tanggal 10-11 Februari 2015. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mengajarkan kemampuan literasi data untuk KPUD dan NGO. Pileg dan Pilpres Tahun 2014 telah diselenggarakan dengan baik. Transparansi informasi merupakan salah satu hal yang sangat di apresiasi oleh publik terhadap KPU dan KPU Bali Khususnya. Transparansi Informasi yang dilakukan oleh KPU Provinsi Bali terhadap hasil Pemilu tentunya menjadi pintu bagi publik atau masyarakat untuk turut berpartisipasi terhadap penyelenggaraan Pemilu di Provinsi Bali. Seperti diketahui, data dan informasi yang dimiliki oleh KPU sebagian besar adalah milik publik.  Oleh karenanya pelatihan yang diadakan oleh Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) dengan mengundang beberapa KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota dan NGO/LSM memberikan manfaat yang sangat luar biasa. Dan KPU Provinsi Bali yang di wakili oleh Komisioner Kadek Wirati menjadi salah satu peserta dan juga diberi kesempatan mempresentasikan  kiat-kiat KPU Provinsi Bali dalam Transparansi Informasi Pemilu sebagai pemenang award dalam Katagori Transparansi Informasi Pemilu KPU secara Nasional. Dalam pelatihan tersebut narasumber yang dihadirkan merupakan para ahli dalam pengolahan data dan informasi antara lain Yuandra Ismiraldi dari School of Data Fellow 2014 yang memberikan materi bentuk aplikatif dari keterbukaan data pemilu dan tools untuk bekerja dengan data. Selanjutnya, open knowledge ambassador  untuk Indonesia Ramda Yanurzha dengan materi proses keterbukaan data yang menceritakan proses publikasi data dari portal data Indonesia, materi mengenai pengembangan data pemilu melalui website diberikan oleh Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Elisa Sentanu Widjaja dari Kawal Pemilu yang memberikan penjelasan tata kelola domain Kawal Pemilu serta  Anggota KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah memaparkan materi tentang keterbukaan data pemilu. Menurut Ferry Kurnia, data dan informasi merupakan sejarah karena dari fakta yang terjadi dalam pemilu diolah menjadi data yang akurat kemudian dimasukkan kedalam sistem aplikasi dan menjadi informasi yang dapat diberikan kepada masyarakat. “sebagai penyelenggara pemilu, kita membuat sejarah dan menjadi bagian dalam sejarah” demikian tambahnya. Pelatihan berjalan cukup aktif dan diikuti dengan antusias peserta karena banyak informasi mengenai pengelolaan data informasi yang dapat digunakan dan diterapkan terutama bagi KPU Kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pemilukada.

🔊 Putar Suara