Berita Terkini

KPU Se-Bali matangkan Pencalonan Legislatif

Perangkat Desa Nyaleg Harus Mundur DENPASAR – KPU Provinsi Bali bersama KPU Kabupaten Kota persiapkan pendaftaran calon anggota DPRD maupun DPD. Berbagai pertanyaan seputar pencalonan dibahas bersama. Hal itu disampaikan Ketua KPU Provinsi Bali, Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, dalam rapat yang membahas pendaftaran Pemilu Umum DPD dan DPRD kabupaten/kota Rapat dihadiri anggota KPU Provinsi Bali dan ketua KPU kabupaten/kota se-Bali. Ketika membuka acara, Lanang Perbawa mengatakan, "Ini penting untuk memberikan informasi yang diperlukan sebagai syarat pendaftaran," ujarnya. Sementara anggota KPU Provinsi Bali, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, mengingatkan soal perangkat desa yang menjadi calon anggota legislative (caleg). Menurutnya, berdasarkan Keputusan Ketua KPU Provinsi Bali Nomor 222/KPU.Prov-016/III/2013 tentang Pencalonan Perangkat Desa, perangkat desa yang menjadi caleg harus mengundurkan diri. Kata Raka Sandi, sesuai Pasal 202 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, perangkat desa terdiri atas sekretaris desa dan perangkat desa lainnya. Dalam penjelasan pasal ini, yang dimaksud perangkat desa adalah perangkat pembantu kepala desa, yang terdiri atas sekretaris desa, pelaksana teknis lapangan seperti kepala urusan (kaur) dan unsur kewilayahan seperti kepala dusun atau dengan sebutan lain. Sementara dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, Pasal 12 ayat (3) disebutkan perangkat desa lainnya terdiri atas sekretaris desa, pelaksana teknis lapangan, dan unsur kewilayahan.  Menyangkut soal persyaratan, Ketua KPU Provinsi Bali, I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, mengatakan, jika ada Puskesmas yang berani menerangkan keterangan sehat jasmani dan rohani seorang caleg, KPU harus menerimanya. Sedangkan soal ijasah, kata dia, harus dilampiri yang sudah dilegalisasi. "Jika belum dilegalisasi, kita terima saja dulu nanti untuk perbaikannya bisa menyusul," tandasnya. Soal Surat Suara, menurut Lanang Perbawa, tidak menggunakan pas foto. Sedangkan Daftar Calon Sementara (DCS) dan Daftar Calon Tetap (DCT) menggunakan pas foto. "Soal pas foto ini tidak diatur ketentuannya, tetapi yang jelas pas foto harus layak, pantas, dan wajar," katanya. Pada kesempatan tersebut, anggota KPU Kabupaten Badung, Ida Ayu P. Sri Widnyani, S.Sos, mempertanyakan bagaimana jika nama yang tertulis antara KTP dan ijazah seorang caleg berbeda. Menjawab pertanyaan tersebut Ketua KPU Provinsi Bali, I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, kalau terjadi masalah semacam itu harus disesuaikan. Caranya dengan meminta surat keterangan di pengadilan untuk penyesuaian nama tersebut. Sementara jika di suatu daerah, pemerintah belum mengeluarkan KTP karena proses pembuatannya belum selesai, maka harus ada surat keterangan yang datanya lengkap dan jelas. Lanang Perbawa juga meminta jajaran KPU kabupaten/kota memahami betul tentang formulir-formulir pendaftaran caleg yang diajukan partai politik. "Menyangkut formulirnya yang wajib atau tidak wajib dilengkapi teman-teman KPU kabupaten/kota harus paham, seperti untuk formulir model BB-8, BB-9, BB-10, BB-11 itu wajib dilengkapi," katanya. Anggota KPU Kabupaten Klungkung, Tjokorda Raka Partawijaya, SE, menanyakan soal tentang dokumen apa saja yang harus dilegalisasi sebagai syarat pendaftaran? Dan kenapa formulir pendaftaran ini harus memakai logo KPU? Lanang Perbawa menjelaskan, yang harus dilegalisasi adalah foto kopi ijazah dan surat-surat keterangan atau surat pernyataan. Sementara untuk foto kopi KTP dan KTA tidak perlu dilegalisasi. Soal logi KPU, menurut Lanang Perbawa, tidak wajib dicantumkan pada formulir pendaftaran. "Jika partai ingin mengubahnya menjadi logo masing-masing partai tidak masalah," jelasnya. (*)

KPU Bali Gelar Rapat dengan Tim KPK

Bahas Politik Integritas DENPASAR – KPU Provinsi Bali menggelar rapat dengan Tim Politik Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ruang Rapat KPU Provinsi Bali, Kamis (4/4). Rapat dipimpin Ketua KPU Provinsi Bali, Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, diikuti anggota KPU Provinsi Bali, Sekretaris KPU Provinsi Bali, Putu Arya Gunawan, para kabag, kasubag, dan staf Sekretariat KPU Provinsi Bali. Rapat dibuka anggota KPU Provinsi Bali, Ni Putu Ayu Winariati. Pada kesempatan itu, Winariati memperkenalkan ketua dan anggota Tim Politik Integritas KPK. Tim tersebut diketuai Guntur Kusmiyatmo, dengan tiga anggota yang ikut serta Irawati, Ardi, dan David. Ketua Tim, Guntur Kusmiyatmo, kepada peserta rapat menjelaskan tujuan kedatangan mereka. Ia menjelaskan soal pengertian politik integritas dalam rangka pemberantsan korupsi, pelayanan integritas nasional, deklarasi laporan penyelenggaraan calon gubernur dan wakil gubernur, dan penandatanganan pakta integritas. KPK mengajak kerja sama dengan KPU untuk menyelenggarakan rapat yang mengundang partai politik, media massa, pimpinan SKPD berkaitan dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali. Pada rapat tersebut akan disosialisasikan program penguatan tim politik integritas untuk pemberantasan korupsi. Juga mensinergikan kerja sama mengenai laporan kekayaan calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2013 serta deklarasi laporan kekayaannya. Acara tersebut rencananya digelar pada 18 April 2013. Guntur juga berharap, masyarakat Bali memilih cagub/cawagub berdasarkan visi dan misinya. Sementara Irawati menambahkan, dalam kampanye Pilgub nantinya calon pemilih diberi pemahaman tentang hak pilihnya. Bahwa memilih harus calon berdasarkan suara hatinya sendiri. (*)

KPU Segera Terbitkan Buku Panduan

Rekapitulasi Perhitungan Suara untuk  KPPS, PPS dan PPK DENPASAR – KPU Provinsi Bali segera menerbitkan Buku Panduan Rekapitulasi Perhitungan Suara untuk KPPS, PPS dan PPK.  Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Buku Panduan Rekapitulasi Perhitungan Suara untuk KPPS, PPS dan PPK yang digelar di Ruang Rapat KPU Provinsi Bali, Selasa (9/4). Rapat dipimpin Ketua KPU Provinsi Bali, Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, dihadiri anggota KPU Provinsi Bali dan ketua KPU kabupaten/kota se-Bali. Anggota KPU Provinsi Bali, Ni Putu Ayu Winariati, menjelaskan, buku panduan tersebut nantinya diharapkan memberikan kemudahan kepda KPPS, PPS dan PPK dalam melakukan rekapitulasi. Buku panduan ini juga di harapkan bisa mengurangi kesalahan dalam proses rekapitulasi. Buku panduan tersebut dengan jelas mengatur hal-hal yang harus dilakukan oleh penyelenggara baik sebelum pemungutan suara, pada saat pemungutan suara maupun pada saat rekapitulasi. Dengan di terbitkannya buku panduan ini, kami berharap bahwa penyelenggara dapat melakasanaakn tugasnya dengan baik dan benar." jelas Winariati. Diketahui bahwa pemungutan suara Pilgub Bali di laksanakan pada tanggal 15 Mei 2013, sedangkan rekapitulasi hasil perhitungan suara di PPS dilaksanakan tanggal 16 – 18 Mei 2013. (*)

KPU Bali Ajak BEM Sosialisasi Pemilu kepada Pemilih Pemula

DENPASAR – KPU Provinsi Bali mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas di Bali untuk ikut menyosialisasikan pelaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2013 dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, terutama kepada pemilih pemula. Ajakan tersebut disampaikan Ketua Pokja Sosialisasi KPU Provinsi Bali, Ketut Udi Prayudi, saat rapat pembahasan sosialisasi kepada pemilih pemula di Ruang Rapat KPU Provinsi Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Kamis (4/4). Rapat dipimpin Udi Prayudi, diikuti anggota KPU Provinsi Bali lainnya, Sekretaris KPU Provinsi Bali, Putu Arya Gunawan, Tim Pokja Sosialisasi. Menurut Udi Prayudi, sosialisasi kepada pemilih pemula bisa dilakukan dengan mengadakan seminar, diskusi atau pertemuan pemilih pemula maupun kegiatan konser musik ataupun kenian lainnya di universitas masing-masing. Keterlibatan mahsiswa dalam kegiatan Pilgub Bali sangat penting. Disamping mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa, amhasiswa juga masih memiliki idealisme dan juga sikap obyektifitas yang bisa dipercaya. Dengan mahasiswa dengan Badan Eksekutif mahasiswanya yang terlibat langsung, maka di harapkan pelaksanaan pesta demokrasi di Bali dapat berjalan sesuai dengan harapan dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Bali lebih baik. Di rencanakan kegiatan dengan BEM se-Bali dilaksanakan oleh 12 Perguruan Tinggi di Bali. Pada kesempatan tersebut, Udi Prayudi juga menjelaskan, kampanye Pilgub Bali 2013 akan digelar pada 28 April hingga 11 Mei 2013. Pembukaan kampanye rapat umum Pilgub Bali akan digelar pada 28 April 2013 di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasa pukul 17.00 hingga 19.00. Waktu pelaksanaan kampanye rapat umum terbuka dilaksanakan dari pukul 09.00 hingga 18.00 wita. Selama masa kampanye akan diadakan tiga kali debat kandidat. Kampanye akan ditutup pada 11 Mei 2013 dengan melakukan persembahyangan bersama di Pura Besakih. Sementara pemungutan suara Pilgub Bali dilaksanakan pada Rabu, 15 Mei 2013 dari pukul 07.00 hingga 13.00 wita. Karena hanya ada dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, maka dipastikan tidak ada putaran kedua. "Tanggal 28 Agustus 2013, kita sudah memiliki gubernur dan wakil gubernur," kata Udi Prayudi. (*)

Gerak Jalan Sehat Songsong Pileg 2014

Membeludak di Denpasar, Semarak di Seluruh Bali DENPASAR – Pada Minggu (7/4), KPU menggelar gerak jalan sehat di seluruh Indonesia. Di Bali, gerak jalan sehat untuk mensosialisasikan Pemilu Jujur dan Adil dilaksanakan di Denpasar, dan kabupaten seluruh Bali. Peserta jalan sehat di Denpasar yang digelar KPU Provinsi Bali bersama KPU Kota Denpasar membeludak. Sementara di delapan kabupaten jalan sehat berlangsung semarak. Gerak jalan sehat di Denpasar digelar di kawasan Renon. Start di depan Kantor KPU Kota Denpasar, menyusuri Jalan Raya Puputan, melewati Bank Indonesia, lalu melewati Jalan Cok Agung Tresna. Di depan Kantor KPU Provinsi Bali di Jalan Cok Agung Tresna, peserta jalan sehat mengumpulkan tiket door price. Peserta kemudian menuju garis finish di KPU Kota Denpasar. Selain diikuti penyelenggara Pemilu, mulai anggota KPU, anggota Panwaslu, PPK, PPS dan KPPS, gerak jalan sehat itu juga diikuti pimpinan lembaga Negara di Bali, pimpinan SKPD Provinsi Bali dan pimpinan partai politik peserta Pemilu Legislatif 2014. Dalam perjalanan peserta gerak jalan sehat terus berseru "KPU SIAP DALAM MENYELENGGARAKAN PILEG YANG AKAN DISELENGGARAKAN TANGGAL 9 APRIL 2014 NANTI". Ketua KPU Bali I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, SH. MH., mengatakan, gerak jalan sehat ini untuk mensosialisasikan Pemilu Legislatif yang akan diselenggarakan pada9 April 2014. Sekaligus mensosialisasikan Pilgub Bali yang akan dilaksanakan pada 15 Mei 2013. "Sosialisasi Pemilu jujur dan adil bukan kewenangan KPU saja,tapi juga kewajiban masyarakat umum," kata Lanang. Lanang  terus memberikan semangat kepada para peserta gerak jalan sehat. Dalam sambutannya ketika tiba di garis finish, Lanang Perbawa mengatakan, gerak jalan sehat tersebut untuk mensosialisasikan Pileg tahun 2014 nanti, sehingga dapat diwujudkan Pemilu yang jujur dan adil. Setelah Sambutan dari Ketua KPU Provinsi I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, acara dilanjutkan dengan menaikkan dan mengibarkan bendera masing-masing parpol sebagai simbol bahwa kampanye Pemilu Legislatif 2014telah berjalan. Acara dilanjutkan dengan pelepasan burung dara oleh ketua masing-masing parpol yang didampingi oleh Ketua KPU Provinsi Bali, Ketua KPU Kota Denpasar, dan Ketua Panwaslu Provinsi Bali. Pelepasan burung dara ini dilaksanakan sebagai simbol bahwa semua parpol bersepakat untuk meksanakan Pemilu secara damai.Gerak jalan sehat diakhiri dengan pengundian nomot tiket door prize diiringi hiburan musik dangdut. Sementara pada saat bersamaan, di delapan kabupaten juga digelar gerak jalan sehat. Kegiatan tersebut berlangsung semarak. Di beberapa kabupaten bahkan gerak jalan sehat yang digelar KPU setempat dilepas bupati, dan diikuti pimpinan instansi di kabupaten tersebut seperti Kapolres, Dandim dan pimpinan partai politik. Acara bertambah semarak karena diisi dengan door prize dan hiburan. Menurut anggota KPU Provinsi Bali, Ketut Udi Prayudi berharap, dengan kegiatan gerak jalan sehat tersebut bisa menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat untuk ikut setiap event Pemilu. "Dengan demikian, nanti pada hari pencoblosan masyarakat akan berbondong-bondong untuk memberikan suaranya. Partisipasi masyarakat dalam Pemilu diharapkan semakin tinggi," harapnya. KPU Provinsi Bali menargetkan partisipasi masyarakat untuk memilih dalam Pilgub Bali 2013 sebesar 75 persen.(*)

Jalan Sehat Pemilu Jurdil Diikuti Ratusan Peserta

JALAN sehat pemilihan umum (pemilu) jurdil yang diselenggarakan KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk mensosialisasikan pemilu 2014 dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada Minggu (7/4) kemarin. Di Kabupaten Bangli, jalan sehat diikuti oleh sekitar 250 peserta dari semua elemen baik partai politik, PPK, PPS, masyarakat umum, SKPD di Lingkungan Pemkab Bangli dan jajaran keamanan TNI-Polri.   Jalan sehat pemilu jurdil mengambil start di Lapangan Kapten Mudita, depan Kantor Bupati Bangli. Acara itu dibuka langsung Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Jalan sehat itu mengambil rute dari depan Kantor Bupati Bangli menuju patung catur muka, Jalan Merdeka selanjutnya menuju patung adipura. Dari sana peserta berbelok ke arah LC. Uma Aya dan finish di Lapangan Mudita, depan Kantor Bupati Bangli.   Ketua KPUD Bangli, Dewa Agung Gede Lidartawan didampingi anggota KPU Putu Ariyanti Suningsih dan Nengah Mudana Atmaja, disela-sela kegiatan itu mengatakan, jalan sehat menuju pemilu yang jujur dan adil ini dilakukan secara serentak secara nasional di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Lidartawan mengaku sempat khawatir tidak akan ada peserta yang hadir mengingat hari itu masih rangkaian Hari Raya Kuninga. ‘’Tapi prediksi kami meleset karena ternyata pesertanya sangat banyak. Dari target 150 peserta, yang ikut jalan sehat mencapai 250 orang. Kondisi ini menandakan masyarakat Bangli sangat antusius untuk menyambut pesta demokrasi,’’papar Lidartawan.   Sementara Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, jalan sehat pemilu jurdil ini diikuti oleh semua elemen masyarakat Bangli. Dengan jumlah parpol peserta pemilu yang lebih sedikit, diharapkan tahapan pemilu bisa berjalan lancar. ‘’Pemilu sebelumnya di Bangli diikuti oleh 24 parpol dan sekarang jumlah pesertanya lebih sedikit. Harapan kami semua proses tahapan bisa dilalui tanpa masalah,’’ujarnya. Katanya, keberhasilan perta demokrasi yang jujur dan adil berkat dukungan semua pihak. Untuk itu dia mengharapkan jalannya demokrasi agar benar-benar dikawal sehingga hasil yang keluar sesuai harapan. Oleh panitia, jalan sehat pemilu jurdil disiapkan sejumlah hadiah berupa kulkas, sepeda gunung, tape mini compo dan hadiah lainnya. Sementara itu masyarakat berharap agar sosialisasi serupa lebih digencarkan sehingga benar-benar merasa dilibatkan. (Tim Media Center KPUD Bangli)